Jurnal predator disebut juga jurnal abal-abal (tidak jelas). Dalam proses penerbitannya, jurnal predator mengabaikan kaidah dan etika publikasi ilmiah. Penerbitan jurnal tidak melalui proses editorial yang benar, mulai proses submit naskah oleh penulis, distribusi naskah, review naskah, copy edit, layout, dan proofread.

Jika kita selaku penerbit ingin menyerahterimakan jurnal yang diterbitkan ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI) maka dapat dilakungan langkah berikut:

oleh: IGP Ratih Andaningsih, S.E., M.M., Ak., CA.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Sandikta mewadahi kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk setiap kegiatan yang telah dilakukan, kami telah menyiapkan wadah untuk memublikasikannya yaitu Jurnal Ilmu Administrasi (JIA) Sandikta. Jurnal tersebut telah ber-ISSN sehingga terlacak keberadaannya dalam katalog PDII LIPI.